Apa efek samping tes Pap Smear Kenali sekarang

Penyakitkankertumor.com – Efek samping dari Pap Smear sebaiknya Anda ketahui. Untuk seorang wanita dengan kanker serviks memiliki kecenderungan tubuh yang lebih lemah. Karena itu bisa menyebabkan rasa tak nyaman, di mana itu tentu saja cukup mengganggu.

Apa efek samping tes Pap Smear Kenali sekarang

Ketika dilakukan proses mengambil sampel di bagian serviks, bisa terjadi pendarahan kecil. Di mana itu disebabkan karena goresan di bagian serviks. Baik itu pendarahan kecil, juga rasa tidak nyaman, adalah sebuah hal normal untuk wanita yang sedang menjalani Pap Smear.

Hal tersebut tak menyebabkan efek samping membahayakan. Jadi tak perlu terlalu takut.

Alat-alat untuk Pap Smear

Untuk tambahan pengetahuan, proses Pap Smear menggunakan beberapa alat-alat. Alat-alat yang digunakan tersebut pada dasarnya mempunyai tekstur yang lembut, sebab memang alat-alat tersebut digunakan untuk bagian sensitif, ketika melakukan pemeriksaan serviks. Untuk seorang wanita dengan usia 30 tahun, maupun yang melebihi itu, disarankan Pap Smear dikombinasikan dengan menjalankan tes HPV, di mana virus HPV merupakan faktor penyebab utama kanker serviks.

Selain efek samping Pap Smear, Anda juga perlu mengetahui mengenai kapan waktu yang baik untuk melakukan tes Pap Smear.

Waktu yang tepat atau kapan seharusnya tes Pap Smear dilakukan

  1. Usia pasien. Dokter menyarankan pada wanita untuk menjalankan tes Pap Smear ketika berusia 21 tahun.
  2. Intensitas. Berikutnya mengenai intensitas. Saat sesudah menjalankan tes Pap Smear pertama kalinya, ketika usia 21 tahun, wanita tersebut dianjurkan datang kembali untuk melakukan Pap Smear yang ke – 2, dengan jangka waktu 2 sampai dengan 3 tahun berikutnya. Apabila Anda adalah seorang wanita dengan usia 30 tahun atau lebih, maka direkomendasikan dokter menjalani tes Pap Smear per 3 tahun 1 x, serta 5 tahun 1 x, jika Pap Smear dilakukan bersamaan dengan tes HPV.

Terkecuali apabila Anda mempunyai beberapa faktor resiko terserang kanker serviks tertentu, kemungkinan dokter merekomendasikan supaya Anda menjalankan tes Pap Smear dengan frekuensi lebih banyak dibandingkan mereka, wanita tanpa faktor resiko yang sama. Anda harus mengingat jika faktor resiko terjangkit kanker serviks itu tak bergantung ke usia atau umur seseorang.

Faktor resiko Kanker serviks

  1. Jika terinfeksi HIV
  2. Jika hasil tes Pap Smear yang sebelumnya telah terdeteksi ada sel yang abnormal serta memperlihatkan kanker serviks di tahap awal
  3. Jika Anda merupakan seorang ibu yang sebelumnya telah menjalani persalinan serta sebelum persalinan diduga terkena dampak DES (Diethylstilbestrol)
  4. Jika sebelumnya pernah melakukan prosedur kemoterapi dan transplantasi organ

Keempat faktor resiko di atas, jika Anda memilikinya, maka Anda disarankan menjalani tes Pap Smear dengan frekuensi lebih banyak. Karena Anda memiliki resiko terserang kanker serviks yang lebih tinggi.

Manfaat tes Pap Smear

Tes ini berguna untuk upaya mendeteksi dini jika terdapat sel abnormal di dalam tubuh, selanjutnya bisa mengetahui jika seorang wanita itu terserang penyakit kanker serviks ataukah sehat-sehat saja. Pasien kanker serviks pada stadium 1 biasanya tak merasakan gejala apapun. Karena itu dikhawatirkan apabila tak menjalani Pap Smear, diagnosa sudah terlalu terlambat, contohnya kanker sudah mencapai stadium lanjut, atau mungkin paling parah sudah mencapai stadium akhir.

Ketika penyakit kanker serviks di stadium 4, pengobatan biasa menjadi kurang efektif. Karena Anda sudah mengerti jika hingga sekarang, obat untuk menyembuhkan kanker masih belum ditemukan.