Efek kemoterapi terhadap Kanker kelenjar getah bening Part I

Kanker paling mematikan, salah satunya yakni kanker kelenjar getah bening. Ini merupakan jenis kanker yang akan menyerang sistem limfatik manusia. Sistem limfatik merupakan bagian paling krusial pada tubuh manusia.

Di mana sistem limfatik merupakan bagian yang memiliki fungsi sistem daya tahan tubuh, menjadi bentuk alami dari pertahanan tubuh yang dimiliki seseorang.

Efek kemoterapi terhadap Kanker kelenjar getah bening Part I

Kelenjar getah bening normal

Dalam keadaan sehat dan normal, sistem limfatik merupakan organ tubuh yang akan membantu untuk menyerang infeksi dan kuman. Bentuknya yakni berupa cairan, mengalir menuju seluruh tubuh dari pembuluh limfatik. Bagian utamanya terdiri atas limfosit dan protein lemak.

Penyakit kanker kelenjar getah bening mengakibatkan terjadinya pembengkakan di kelenjar getah bening manusia. Yang terdapat di ketiak, leher, maupun pangkal paha. Berdasarkan jenisnya, penyakit ini dibagi ke dalam 2 jenis yakni:

Hodgkin’s

Gejala kanker kelenjar getah bening Hodgkin’s ditandai oleh pembesaran atau pembengkakan di kelenjar getah bening juga limpa pada bagian leher, pangkal paha, maupun ketiak. Namun pembengkakan yang terjadi tidak diikuti rasa sakit. Penyakit kanker ini bersifat sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid serta terjadi pertumbuhan yang tidak normal yang terjadi dengan waktu relatif cepat.

Jika pembengkakan yang terjadi telah menjadi besar, maka sel abnormal pun akan berkembang terus. Bahkan bisa menyebar menuju areal tubuh lainnya, contohnya organ hati dan paru-paru.

Berikutnya, mengenai faktor resiko. Faktor resiko atau kemungkinan seseorang menderita kanker kelenjar getah bening, yakni laki-laki remaja atau wanita, dengan rentang usia 15 tahun hingga usia dewasa, yaitu 38 tahun. Tetapi juga tak jarang ada pasien yang usianya sudah cukup tua, yakni lebih dari 50 tahun yang tetap rentan pada serangan penyakit mematikan ini.

Biasanya mereka itu mempunyai kelainan di fungsi kekebalan seluler atau limfosit sel T, produksi antibodi tubuh di keadaan normal tetap tidak membantu.

Gejala-gejala

Untuk gejala-gejala yang timbul antara lain:

  1. Pembengkakan pada salah satu bagian, baik itu ketiak, leher, pangkal paha
  2. Mengalami demam, suhu tubuh yang naik
  3. Pembengkakan yang tak menyebabkan rasa nyeri
  4. Nafsu makan turun
  5. Terus berkeringat, walau malam hari
  6. Berat badan turun
  7. Apabila hingga menyerang ada, maka mengakibatkan gangguan pernafasan pada penderita

Non Hodgkin’s

Jenis yang kedua adalah kanker kelenjar getah bening Non Hodgkin’s. Jenis yang ini terjadi di jaringan limfa yang lain dan limfonodus. Faktor resikonya yaitu terjadi pada kaum pria dengan usia melebihi 50 tahun, sangat dipengaruhi oleh sistem antibodi tubuh orang tersebut, infeksi bakteri atau virus, faktor keturunan, dan toksin lingkungan. Contoh toksin lingkungan adalah herbisida, pewarna zat kimia, dan pengawet.

Oleh karena itu, orang yang kurang dalam aktivitas olahraga. Khususnya para pecandu minuman beralkohol, gaya hidup buruk – Suka merokok, serta makanan tak sehat, maka semakin beresiko terserang kanker kelenjar getah bening Non Hodgkin’s ini.

Kemoterapi

Pada part I ini, akan kami jelaskan beberapa mengenai efek kemoterapi terhadap penyakit kelenjar getah bening. Seperti yang diketahui jika kemoterapi ini adalah metode pengobatan yang sudah cukup sering dilakukan dalam menyembuhkan pasien kanker kelenjar getah bening, cara kemoterapi yakni melenyapkan sel kanker. Bisa dilakukan sebelum proses pembedahan, di mana melakukan kemoterapi sebelum pembedahan bertujuan mengecilkan ukuran dari tumor.