Gangguan penglihatan, kesulitan bergerak, karena penyakit kanker otak

Gejala-gejala lanjutan dari penyakit kanker otak ini bisa Anda gunakan untuk mengetahui jika Anda terserang penyakit kanker otak tanpa terlambat. Berdasarkan penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan BSMMU ditemukan jika 26/50 pasien tumor otak akan mengalami tanda-tanda muntah, kurang lebih sebanyak 52%.

Gangguan penglihatan, kesulitan bergerak, karena penyakit kanker otak

Untuk karakteristik muntah yang disebabkan penyakit kanker otak yakni terjadi ketika pagi hari, dan tidak disertai oleh rasa mual, namun diikuti oleh gejala seperti sakit kepala. Di mana gejala seperti muntah, sakit kepala, sama-sama seperti gejala penyakit yang umum terjadi, jadi mungkin akan sedikit bingung membedakannya. Diperlukan ketelitian untuk mencermati macam-macam jenis muntah yang diderita, dengan begitu akan diketahui lebih jauh.

Gejala muntah yang disebabkan oleh kanker otak

  • Cairan muntah tak normal, dengan warna agak hijau
  • Terjadinya tiba-tiba, jadi tak ada penyakit pendahulu
  • Muntah terjadi bersamaan dengan rasa sakit kepala

Gangguan penglihatan

Seperti yang akan kami bahas pada topik utama artikel kali ini. Gejala lain dari penyakit tumor otak adalah gangguan penglihatan. Kurang lebih dari 50 pasien yang diteliti, sebanyak 23 orang mengidap penyakit tumor otak dengan gangguan penglihatan. Di mana itu berarti sebanyak 46% pasien kanker otak dapat mengalami kondisi ini.

Gangguan penglihatan yang disebabkan oleh tumor otak memiliki ciri-ciri seperti penglihatan kabur, melihat lampu layaknya berkedip, kehilangan teks saat membaca, hanya bisa melihat lurus pada arah depan saja, dan gangguan mata yang lain yang tak lazim, berbeda dengan gangguan penglihatan biasanya. Adapun gangguan penglihatan yang diakibatkan ini karena saraf mata terganggu oleh tumor otak. Jadi juga bergantung pada lokasi tumor otak.

Kesulitan ketika bergerak

Karena penyakit tumor otak menyerang otak yang merupakan sistem pengendali tubuh, maka bergerak pun akan mengalami gangguan. Tumor di otak tertentu itu bisa membatasi fungsi otak yang normal, di mana kali ini terjadi gangguan pada motor penggerak tubuh.

Untuk contoh, seorang pasien tumor otak bisa mengalami kesulitan untuk menggerakkan salah satu sisi tubuhnya. Gejala yang lainnya yakni sulit berkoordinasi saat bergerak, berjalan menjadi tak seimbang atau kehilangan keseimbangan, dan sering tersandung, juga bersandar pada dinding saat berjalan.

Adapun faktor penyebab mengapa pasien tumor otak sulit bergerak karena saraf yang rusak, jadi fungsi saraf sebagai motor penggerak dan pengendali organ tubuh akan ikut terganggu. Itulah alasannya.

Kejang-kejang

Gejala lain dari kanker otak adalah kejang-kejang. Kejang-kejang bisa terjadi disebabkan oleh aktivitas motorik otak yang menjadi tak normal. Karakteristik atau tanda-tanda kejang yang disebabkan karena kanker otak yakni serangan tanpa tanda, dengan kata lain terjadi secara mendadak, kehilangan kendali fungsi tubuh, kehilangan kesadaran tubuh serta kontraksi otot, durasi kejang cukup pendek yakni 2 hingga 3 menit saja, menggigit lidah, tak bernafas dalam jangka pendek – kurang lebih 30 detik dan menjadi biru kehitaman, efek sesudah kejang terjadi yakni sakit kepala, ngantuk, sakit otot, kebingungan, mati rasa, dan kelemahan singkat.

Aktivitas listrik abnormal pada otaklah yang bertanggung jawab atas terjadinya kejang tersebut. Umumnya sel saraf tubuh akan berkomunikasi antara satu dengan yang lain dari sinyal listrik, dan dikendalikan secara hati-hati. Namun apabila terdapat gangguan pada sinyal-sinyal tersebut, maka akan menjadi lebih intens, pasien kanker otak menjadi cenderung mengalami kejang.

Umumnya kejang terjadi random, bisa setiap saat, juga tanpa penyebab tertentu. Tetapi gejala bisa terlihat lebih dulu sebelum kejang terjadi. Di mana orang yang sudah sering terkena kejang terkadang melihat hal yang menjadi tanda bahwa sinyal kejang sudah mendekat. Biasa disebut sebagai aura, aura terkadang berupa sakit kepala, kedutan otot, perubahan suasana hati, dan bau tertentu.

Penanganan

Jika pasien kanker otak mengalami kejang, maka penanganan yang harus diberikan tidak sembarangan, melainkan:

  • Pastikan pasien bernafas
  • Saat kejang, usahakan jangan panik, karena kejang yang dialami oleh pasien akan berakhir sendirinya
  • Lindungi kepala pasien dari benda berbahaya
  • Bersihkan area sesuatu yang berbahaya, contohnya benda tajam. Juga lepas kacamata pasien saat mereka kejang
  • Jangan menaruh apapun dalam mulut
  • Jangan menahan anggota badan pasien saat pasien kejang, sebab itu bisa mengakibatkan cedera

Itulah penanganan yang sebaiknya dilakukan jika pasien kanker otak mengalami kejang-kejang.