Gejala kanker serviks, tanda, dan ciri-ciri penting

Memang ciri-ciri dari kanker serviks sulit dirasakan. Umumnya orang akan menyadari begitu sudah terlambat, begitu kanker sudah di dalam stadium lanjut. Itulah yang berbahaya dari kanker yang juga dikenal dengan nama kanker leher rahim ini.

Gejala kanker serviks

Ada alasan mengapa disebut kanker leher rahim, itu karena lokasi dari kanker ini yang berada di organ penghubung antara vagina dengan rahim, di jaringan leher rahim. Kondisi ini yang menjadikan penyakit ini sebagai pembunuh menakutkan. Jika sudah terlanjur diketahui ketika mencapai stadium akhir, maka kanker serviks akan sangat sulit disembuhkan.

Anda perlu mengetahui gejala awal dari kanker serviks. Dengan begitu penanganan tidak akan terlambat, sebelum penyakit kanker berlanjut ke stadium berikutnya. Selain itu, mari mengenai apa saja faktor penyebab seseorang terserang jenis kanker yang satu ini.

Berbagai faktor asal usul kanker serviks

Penyebab mengapa seseorang terserang kanker serviks ada beberapa. Berikut beberapa faktor penyebabnya, yaitu melahirkan banyak anak, berhubungan badan bersama banyak orang, kebiasaan merokok, menikah pada usia muda (Melakukan hubungan badan ketika usia muda), mempunyai sistem antibodi lemah, dan memakai pil KB atau kontrasepsi oral. Infeksi virus yang disebut HPV merupakan faktor utama seseorang terserang kanker serviks.

Setelah Anda mengetahui apa saja variasi faktor penyebab seseorang terserang kanker serviks, mari berlanjut ke gejala-gejala pada:

Stadium awal

Memang gejala seseorang terserang kanker serviks ketika stadium awal itu sangat susah diprediksi. Tetapi tetap memungkinkan untuk menemukan jika seseorang terserang kanker ini pada stadium awal, jadi jangan terlalu berputus asa. Karena tanda yang berarti ketika stadium awal sulit ditemukan, maka yang disarankan untuk para wanita adalah menjalankan tes rutin.

Tes rutin contohnya pemeriksaan sel HPV di leher rahim. Jadi bisa mengetahui apakah dalam kondisi yang normal atau tidak. Kesempatan pemulihan atau prognosis yang tak lain merupakan kesempatan bagi seseorang sembuh itu sangat besar apabila sel itu sudah ditemukan ketika awal. Apabila memang Anda sudah merasakan jika Anda mempunyai faktor yang cukup tinggi terserang kanker serviks, maka test pap smear sebaiknya segera dilakukan dengan menjalankan screaning yang lain dengan tujuan mengetahui perkembangan dari sel pada seputar leher rahim.

Stadium sedang

Berikut gejala kanker serviks pada stadium sedang yang terdiri atas beberapa indikasi. Apabila Anda memang menemukan gejala-gejala ini, maka Anda sebaiknya melakukan konsultasi lanjutan yang dibutuhkan.

Sekitar pinggul terasa nyeri

Nyeri di daerah pinggul juga bisa menjadi bagian faktor yang harus mendapatkan perhatian Anda, karena memiliki kaitan dengan yang bisa saja menjadi gejala umum penyakit kanker serviks.

Rasa sakit ketika melakukan hubungan suami istri

Apabila Anda merasa tak seperti kondisi normal ketika melakukan hubungan badan serta cenderung terasa benar-benar sakit namun tak ada sebab yang cukup berarti. Maka konsultasi ke dokter sebaiknya segera Anda lakukan terkait masalah tersebut. Di mana kecenderungan Anda merasakan rasa sakit tersebut, ketika melakukan hubungan badan, juga dapat menjadi salah satu dari faktor tertinggi yang bisa menandakan terserang kanker serviks.

Pendarahan di vagina

Gejala paling umum dari kanker serviks stadium sedang adalah kondisi ini. Di mana pendarahan vagina bersifat tak normal, tak teratur, namun bukan haid. Ini adalah sebuah kondisi yang umum yang menandakan seorang wanita terserang kanker serviks.

Pendarahan ini bisa terjadi pada periode menstruasi maupun sesudah seorang wanita melakukan hubungan badan, juga kapanpun apabila tak berhubungan ke siklus atau masa menstruasi seorang wanita. Terkadang pendarahan di vagina ini juga menunjukkan apabila ada keputihan yang tercampur dengan sedikit darah, tak hanya itu saja, pendarahan ketika haid jadi berlangsung dengan waktu lebih alma apabila Anda bandingkan dengan biasanya – maka Anda patut curiga.

Pendarahan vagina pun bisa terjadi ke seorang wanita yang menopause yang tak lagi mempunyai periode menstruasi. Kondisi ini merupakan sebuah tanda peringatan penting dari kanker serviks, ataupun masalah lainnya yang wajib Anda konsultasikan ke dokter spesialis.

Untuk tambahan informasi, berikut beberapa gejala pendarahan di vagina yang diakibatkan karena kanker serviks. Gejala atau ciri-cirinya antara lain terjadi ketika berhubungan badan, datang tak pada waktu atau periode haid, terdapat campuran keputihan dalam darah, terjadi sesudah masa menopause, dan masa haid jauh lebih lama dibandingkan yang biasanya.

Keputihan abnormal

Sering keputihan bisa saja bukan karena gejala terserang penyakit tertentu. Tetapi apabila jumlahnya sudah benar-benar banyak, serta tak seperti yang umumnya terjadi atau biasanya, dan benar-benar mengganggu. Maka itu mungkin merupakan gejala dari kanker serviks stadium sedang.

Pendarahan sesudah menopause

Kondisi ini wajib Anda periksakan pada dokter Spog, spesialis kandungan, dengan tujuan mengetahui faktor penyebab pastinya. Apabila tak pasi maka memiliki potensi untuk terjadi kondisi yang bersifat atau memiliki dampak serius, yakni kanker serviks. Ciri dari pendarahan sesudah menopause adalah salah satu yang benar-benar umum terjadi yang dialami oleh pasien kanker serviks.

Jika memang Anda sudah merasakan gejala-gejala seperti di atas, maka Anda sebaiknya segera konsultasi pada dokter. Dengan tujuan supaya bisa sesegera mungkin diambil tindakan yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan. Penyembuhan pada tahap awal memang jauh lebih mudah, jangan menunggu hingga kanker serviks mencapai stadium lanjut.

Stadium lanjut

Ciri atau gejala dari penyakit kanker serviks stadium lanjut umumnya benar-benar terlihat, baik dari segi fisik hingga bentuk tubuh, begitu pula dengan perasaan. Untuk lebih detailnya berikut beberapa ciri-cirinya, yaitu sakit punggung, kelelahan, nyeri tulang, nyeri kaki, keluarnya feses atau urine melalui vagina, nyeri panggul, nafsu makan hilang, kaki bengkak, dan berat badan menurun. Jika Anda sudah merasakan gejala-gejala tersebut, itu merupakan gejala penyakit kanker serviks pada stadium lanjut yang merupakan tahapan atau level paling berbahaya.

Pemeriksaan

Ciri-ciri kanker serviks stadium awal memang sulit dideteksi bahkan hampir dapat dikatakan mustahil. Serangkaian tes disarankan untuk Anda jalankan dengan rutin. Adapun rangkaian test yang bisa Anda jalankan untuk melakukan pemeriksaan terkait jika Anda mengalami indikasi terserang kanker serviks atau tidak juga ada beberapa pilihan.

Anda dapat menjalankan pemeriksaan riwayat dan fisik, termasuk di dalamnya pemeriksaan kesehatan, virus, serta riwayat penyakit sebelumnya. Test pap smear, tes dengan cara mengumpulkan sel yang berasal dari vagina dan leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut dilihat memakai alat mikroskop dengan tujuan mengetahui apakah sel dalam kondisi normal atau tak normal, test ini adalah yang cukup favorit dilakukan di negara Indonesia.

Pemeriksaan panggul adalah yang berikutnya, dengan cara di mana perawat memasukkan jari dari vagina juga tangan pada atas perut dengan tujuan merasakan bentuk, ukuran, serta posisi uterus beserta ovarium. Tes HPV, dengan cara melakukan pemeriksaan RNA atau DNA, yang bertujuan memeriksa jenis infeksi dari virus HPV.

Tes berikutnya disebut dengan biopsi, prosedur dengan cara mengambil bagian kecil yang berasal dari leher rahim dengan tujuan dibuat sebagai sample dalam memastikan jika wanita tersebut terinfeksi atau aman-aman saja. Tes yang lainnya yakni kuretase endoserviks, ini sejenis dengan HPV dan tes pap, di mana sel jaringan pada sekitar leher rahim seorang wanita akan diambil menggunakan kuret, setelahnya akan dilakukan pengetesan memakai mikroskop, kemudian diambil keputusan terkait terdapat keanehan atau normal-normal saja.

Serangkaian test di atas memang untuk mengetahui gejala kanker serviks pada stadium awal, sebelum sel kanker menyebar lalu menginfeksi lebih lagi. Itulah pentingnya melakukan tes dengan rutin, khususnya untuk Anda para wanita yang memang memiliki lifestyle yang beresiko tinggi terserang kanker serviks ini, jangan tunggu terlambat atau menyesal.