Kanker nasofaring Mengenali Penyebab, Gejala, Diagnosisnya

Penyakit kanker nasofaring termasuk ke dalam jenis penyakit kanker yang bertumbuh di rongga belakang dari hidung juga langit-langit dari rongga mulut manusia. Biasa disebut juga sebagai kanker hidung, jadi itu adalah istilah yang sama. Disebut kanker hidung disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh serta menyerang di daerah yang berdekatan ke hidung serta rongga pernafasan manusia. Nama lain dari kanker nasofaring lainnya yakni NPC atau NasoPharyngeal Cancer.

Kanker nasofaring Mengenali Penyebab, Gejala, Diagnosisnya

Penyebab kanker nasofaring

Kanker nasofaring tidak terjadi begitu saja, namun ada faktor penyebab tertentu. Itu termasuk infeksi virus, jadi memang penyebab kanker yang satu ini sedikit berbeda dengan kanker yang lainnya. Untuk selengkapnya berikut faktor-faktor penyebab kanker nasofaring tersebut:

  • Faktor turunan (Genetic)
  • Uap gas dan asap rumah tangga
  • Bahan kimia terhirup masuk
  • Infeksi virus Epstein – Barr

Gejala-gejala yang terjadi

Untuk Anda yang sebelumnya masih belum mengerti mengenai gejala-gejala kanker nasofaring, maka Anda perlu membacanya sekarang. Adapun symptom dari kanker nasofaring cukup mudah dikenali, karena beberapa keadaannya berbeda dibandingkan gejala penyakit biasa. Detailnya bisa Anda baca di bawah ini.

  • Dahak tercampur darah
  • Ada benjolan di bagian leher, umumnya pada belakang telinga
  • Pusing dan sakit kepala
  • Dengungan dan rasa sakit di dalam telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Mimisan
  • Kesulitan berbicara dan kesulitan bernafas
  • Sakit dan radang tenggorokan

Diagnosis

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Adalah sebuah teknik pemeriksaan yang akan bisa menampilkan gambaran bagian dalam dari tubuh pasien. MRI memakai metode gelombang magnet, gelombang radio, dalam mendeteksi gangguan pada bagian dalam dari tubuh manusia.

  • Pemeriksaan Neurologis

Metode diagnosis kedua ini yakni pemeriksaan Neorologis. Menggunakan serangkaian pertanyaan serta tes, untuk menguji mengenai keadaan neurologis seseorang. Di mana pasien harus menjawab pertanyaan dan beberapa tes, kemudian diambil kesimpulan tentang kondisi neurologis pasien tersebut, serta keadaan mental pasien juga.

  • Sejarah dan pemeriksaan fisik

Untuk pemeriksaan ini, akan mencakup medical checkup standar, yang bisa dilakukan di rumah sakit dengan mudah. Ini memiliki tujuan dalam memastikan keadaan tubuh dari pasien. Juga untuk mengetes apakah pasien mengalami gejala atau gangguan berbahaya ataukah tidak.

Juga, pada pemeriksaan ini akan terlihat keadaan lifestyle sebelumnya pasien, juga garis keturunan. Apakah pasien yang bersangkutan memiliki lifestyle tak sehat, yang bisa memancing terserang kanker nasofaring.

  • CT-Scan

Proses pemindaian, scanning dalam mendapatkan gambaran tubuh pasien bagian dalam dengan detail, lebih detail dibandingkan menggunakan metode MRI.

  • PET-Scan

Positron Emission Tomography, metode scanning juga, untuk mendeteksi sel kanker dengan jelas di dalam tubuh. Tingkat probabilitas menggunakan PET-Scan sendiri lebih tinggi dibandingkan metode scanning yang lainnya.

  • Jumlah sel darah

Test mengecek jumlah sel darah pada tubuh pasien. Itu juga termasuk sel darah putih, hemoglobin, dan sel darah merah. Dengan begitu akan bisa dideteksi apakah terdapat gangguan atau normal-normal saja.

  • Kandungan darah

Kandungan dari darah pasien dicek untuk melihat apakah kandungan dalam darah normal atau tidak. Jika ada kandungan tak normal, maka bisa dicari faktor penyebabnya, karena tentu ada alasan mengapa kandungan darah pasien dapat menjadi abnormal, dan itu mungkin saja karena sel kanker dalam tubuh.

  • Epstein – Barr virus test (EBV test)

Test untuk mengecek apakah ada infeksi virus Epstein – Barr dalam tubuh pasien atau tidak. Di mana virus Epstein – Barr merupakan virus yang bertanggung jawab atas serangan kanker nasofaring.