Kanker serviks Penyebab, Pencegahan, dan Gejala Kanker serviks

Dikenal juga dengan kanker mulut rahim, kanker serviks merupakan penyakit kanker paling ditakuti oleh para wanita. Jenis kanker ini merupakan penyakit yang ditakuti oleh para kaum wanita dari seluruh dunia. Kurang lebih sepertiga dari jumlah data yang berhasil dikumpulkan, itulah total penderita penyakit kanker serviks dari berbagai belahan dunia.

Kanker payudara stadium 3 penyebab, pengobatan, gejala, dan fase kanker

Disebutkan oleh WHO jika kurang lebih setiap tahunnya itu hingga ribuan wanita dari seluruh dunia yang meninggal. Jadi memang penyakit kanker yang satu ini termasuk jenis kanker dengan peringkat paling atas dari penyebab kematian pada wanita dari seluruh dunia. Detail mengenai kanker serviks dapat Anda baca di bawah ini.

Serangan kanker serviks

Bagian dari tubuh wanita yang diserang oleh penyakit kanker serviks adalah organ reproduksi wanita, khususnya pada pintu masuk menuju daerah rahim, yakni di bagian sempit pada daerah bawah, di antara rahim dan kemaluan wanita. Bagian tersebutlah yang akan diserang oleh kanker ini.

Penyebab

Infeksi virus HPV, Human Papilloma Virus lah yang menjadi faktor penyebab penyakit kanker serviks pada seorang wanita. Untuk type HPV yang paling banyak menyebabkan kematian sendiri yakni virus HPV type 18 dan type 16. Sifat virus ini yakni mudah menyebar dan berpindah. Virus dapat berpindah tidak melalui cairan saja, melainkan juga dari sentuhan kulit.

Karena itu, bagi seorang wanita, jika suatu saat Anda memakai WC umum. Sebaiknya lebih berhati-hati. Jika memang tak mendesak, lebih baik menghindari WC umum, sebab potensi adanya virus HPV selalu ada. Apalagi jika WC umum tersebut kurang dibersihkan, kecuali WC mal, bahkan WC yang sudah cukup rutin dibersihkan pun beresiko terdapat virus HPV di sekitar apalagi yang kurang terawat.

Gejala penderita kanker serviks

Waktu antara 10 sampai dengan 20 tahun merupakan proses serangan infeksi virus HPV. Pada rentang waktu tersebutlah kondisi infeksi bisa menjadi penyakit kanker. Jadi memang awal mula selalu karena infeksi.

Ketika tahap awal dari perkembangan memang sangat sulit dideteksi. Karena itu test pap smear sebaiknya dilakukan oleh Anda para wanita, paling tidak sebanyak 2 tahun satu kali, juga dengan menjalankan test IVA atau inspeksi visual menggunakan asam asetat, serta serangkaian test yang lainnya.

Walaupun memang kanker serviks ini termasuk penyakit yang sulit untuk dideteksi tetapi bukan tidak mungkin melihat petunjuk sederhana pada diri seorang perempuan, jika mereka kira-kira terinfeksi virus HPV dan terserang kanker serviks atau tidak. Ciri yang pertama yakni ketika berhubungan intim maka penderita akan merasa sakit, seringkali juga diikuti oleh perdarahan.

Ciri kedua yakni seringkali merasa sakit di daerah pinggul, keputihan yang tak normal dan diikuti oleh perdarahan serta jumlah berlebih. Gejala lainnya yakni rasa sakit ketika buang air kecil, darah keluar saat menstruasi dalam jumlah yang berlebih dan banyak. Sementara itu, jika kanker serviks yang diderita oleh seorang wanita sudah mencapai stadium lanjut, maka rasa sakit akan terjadi di bagian paha, atau mungkin salah satu paha ada yang mengalami pembengkakan.

Selain itu juga nafsu makan penderita kanker serviks stadium lanjut akan merasakan berat badan yang menjadi tak stabil, kesusahan dalam proses buang air kecil, dan terjadi perdarahan spontan.

Pencegahan

Vaksinasi HPV sebaiknya dilakukan dalam rangka mencegah terserang penyakit kanker serviks ini, sebelum terlambat. Juga hindari melakukan hubungan intim ketika usia dini, apalagi di luar nikah. Jagalah selalu sanitasi lingkungan dan kesehatan tubuh. Pola makan juga sebaiknya dipilih, pilih makanan dan minuman yang memiliki kandungan nutrisi cukup serta bergizi, sehingga antibodi tubuh selalu terjaga.

Pencegahan agar tak mudah terserang kanker serviks lainnya adalah dengan menambah jumlah asupan sayuran dengan kandungan beta karoten yang cukup tinggi, juga konsumsi vitamin E dan vitamin C. Berikutnya, seorang wanita juga sebaiknya melakukan test pap smear paling tidak sebanyak 2 tahun 1 X, apalagi bagi wanita yang sudah aktif dalam melakukan hubungan intim, di mana mereka lebih beresiko tinggi terinfeksi virus HPV.