Kumpulan cara diagnosis Kanker otak

Kanker otak adalah penyakit yang termasuk dalam kategori kronis, karena menyerang organ otak, di mana otak adalah organ yang sangat penting untuk kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Tidak sama dengan kanker lainnya, umumnya diakibatkan karena lifestyle yang buruk, dan disebabkan faktor usia lanjut. Untuk kanker otak, termasuk kategori penyakit yang tak pandang bulu, semua usia berpotensi terserang kanker yang satu ini.

Kumpulan cara diagnosis Kanker otak

Mengenai kanker

Kanker merupakan pertumbuhan sel kanker semakin banyak dalam tubuh, karena itu akan menyerang organ tubuh di dekatnya juga. Oleh sebab itu, penyakit kanker otak merupakan pertumbuhan dari sel kanker yang jumlahnya semakin banyak dan menyerang fungsi otak seseorang.

Dampak dari kanker otak

Tentu saja karena yang diserang adalah organ otak, maka dampaknya cukup terasa. Fungsi otak benar-benar sentral untuk memberikan komando pada semua organ tubuh yang lainnya supaya bisa berjalan dengan sempurna. Di mana otak bisa bekerja dengan baik secara tidak sadar dan sadar.

Apabila sel kanker telah menyerang otak, serta pasien terlambat menanganinya, resiko tuli, kebutaan, hingga lumpuh semuanya dapat dialami oleh pasien yang menderita kanker otak tersebut. Kerusakan yang disebabkan karena penyakit kanker ini dikategorikan ke dalam stadium 1 hingga stadium 4, apabila telah memasuki tahap atau stadium 4, maka kanker pun sudah terlalu menyebar dan pasien sulit untuk diselamatkan lagi, sama seperti penyakit kanker stadium atas lainnya.

Cara-cara untuk mendiagnosis kanker otak

Pemeriksaan pada bagian fundus

Fundus ini adalah bagian bawah dari kelopak mata. Pasien kanker otak akan terlihat adanya bintilan pada bagian dalam mata, dikenal juga dengan papilloma. Bintilan itu terbentuk karena tekanan intracranial yang meningkat.

Pemeriksaan X-ray pada bagian kepala

Metode yang lain yang juga bisa untuk mendeteksi jika terdapat sel kanker otak yakni dengan pemeriksaan menggunakan sinar X-ray. Dengan metode ini maka akan bisa mendeteksi apakah terdapat kerusakan di tulang tengkorak atau tidak, contohnya adalah perluasan permukaan dari sel tengkorak atau pergeseran tulang pineal. Menggunakan bantuan sinar X-ray ini juga bisa membantu dalam mendeteksi posisi inti sel kanker, tetapi hasil negative apabila telah dilakukan penyinaran X-ray – itu bukan berarti jika sel kanker pasti tak ada, pemeriksaan medis lebih lanjut masih akan Anda butuhkan.

Pemeriksaan CT scan pada otak

Masih memanfaatkan sinar-X. Pemeriksaan CT scan dapat memberikan penampakan 3D ke otak. Pemeriksaan ini mempunyai tingkat ketepatan cukup tinggi, hingga 90 persen. Sudah banyak profesional yang memang merekomendasikan supaya pasien kanker otak menggunakan metode penyinaran CT scan dalam mendeteksi penyakit kanker otak, mengingat tingkat keakuratan hasil yang akan diperoleh nantinya.

Pemeriksaan EEG

Dikenal juga dengan Electro Encephalo Graphy, yakni pemeriksaan dengan tujuan mendeteksi amplitude di bagian dari sel kanker, serta frekuensinya juga. Metode pemeriksaan dilakukan di bagian tengah dari otak, bagian infratentorial, hingga bagian meningioma.

Pemeriksaan biopsi

Yang terakhir adalah metode pemeriksaan biopsi. Mungkin Anda sudah membaca tentang metode biopsi pada artikel kanker kami yang lainnya. Metode biopsi bertujuan mengambil sejumlah kecil dari jaringan tubuh penderita atau pasien.

Kemudian jaringan kecil itu pun akan diperiksa menggunakan alat mikroskopik. Setelah melakukan pemeriksaan biopsy maka bisa diketahui gradin sel, jenis, serta sub tipe kanker otak yang diderita. Juga dapat diketahui apakah sel kanker otak tersebut ganas atau tidak. Tetapi jika sudah melakukan biopsy dan ditemukan jika sel kanker bersifat ganas, maka perawatan lanjutan harus dilakukan.