Mengenal Terapi lainnya untuk kanker darah

Selain terapi kemoterapi untuk kanker darah. Anda juga dapat mengetahui bahwa terdapat metode terapi yang lainnya. Di mana pemilihan terapi tersebut bergantung dari macam-macam faktor.

Mengenal Terapi lainnya untuk kanker darah

Terapi interferon

Ini merupakan sebuah terapi yang bertujuan memperlambat sel-sel kanker dalam reproduksi. Selain itu juga untuk meningkatkan sistem antibodi tubuh. Interferon merupakan sejenis protein yang akan dilepaskan sel yang sudah terinfeksi virus.

Selanjutnya mereka akan membantu sel-sel yang sehat dan normal dalam membuat protein yang bersifat antivirus. Interferon akan membantu tubuh dalam mengurangi reproduksi atau pertumbuhan sel kanker, dan juga sekaligus ikut memperkuat respon dari kekebalan tubuh pasien.

Untuk penderita CML

Biasanya terapi interferon diberikan pada penderita Cronis Myeloid Leukemia, yang umumnya diberikan untuk waktu hingga beberapa tahun. Metode terapi interferon dengan menggunakan suntikan pada pembuluh darah, menuju bagian dalam otot, bawah kulit. Terapi interferon dimulai menggunakan dosis rendah, sementara itu peningkatan secara bertahap dari waktu ke waktunya.

Walaupun begitu, sangat disayangkan apabila obat yang digunakan tetap memiliki efek samping. Jadi sama seperti metode kemoterapi, masih mempunyai beberapa efek samping. Oleh karena itu, beberapa keluhan oleh pasien dapat saja terjadi.

Terdapat beberapa efek samping negatif terapi interferon, yakni:

  • Akan sering mengalami gejala penyakit flu, mulai dari menggigil, nyeri otot, demam, sakit kepala, mual dan muntah, hingga kelelahan. (Kondisi ini bisa terjadi untuk 1 – 2 minggu, dokter biasanya akan memberikan resep antibiotik, contohnya acetaminophen)
  • Gangguan konsentrasi dan pikiran
  • Yang terakhir, menurunkan jumlah dari sel darah

Namun walaupun terdapat efek-efek negatif seperti yang telah disebutkan di atas, efek samping akan terhenti apabila pemakaian obat juga ikut dihentikan.

Terapi radiasi

Yang berikutnya masih ada terapi radiasi. Terapi yang bertujuan membunuh sel kanker memakai paparan radiasi dengan energi tinggi. Zat radioaktif akan digunakan dalam terapi radiasi sistemik, contohnya yakni yodium radioaktif dalam membunuh sel penyakit kanker. Metode kerja terapi radiasi yakni merusak DNA dari sel kanker.

Saat sel-sel yang sudah rusak pun mati, mereka akan dipecah serta dihilangkan oleh proses alami tubuh pasien. Metode terapi radiasi terkadang diberikan bermaksud kuratif, harapan jika pengobatan dapat menyembuhkan penyakit kanker, entah dengan cara menghilangkan sel tumor, dengan mencegah kanker kambuh, maupun keduanya.

Untuk kasus ini, metode radiasi ini bisa digunakan sendiri maupun menggunakan beberapa kombinasi, contohnya digabungkan dengan kemoterapi, operasi, serta yang lainnya.

Maksud paliatif juga dapat dilakukan, dari pemberian terapi radiasi. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengobati, namun meringankan gejala serta mengurangi penderitaan pasien karena kanker yang tengah menyerang.

Efek samping terapi radiasi

  • Mual, baik dengan kondisi muntah ataupun tidak muntah
  • Radiasi bisa merusak beberapa jaringan normal di tubuh pasien, contohnya organ reproduksi (ovarium & t*stis), yang memang lebih bersifat sensitif pada radiasi dibandingkan tulang.
  • Mengakibatkan kelelahan, efek samping umum yang diderita oleh pasien kanker
  • Mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit, kerusakan di daerah yang terkena paparan sinar radiasi. Misalnya kerusakan di kelenjar ludah, maupun rambut rontok saat darah leher atau kepala dijadikan objek radiasi, juga masalah kencing saat perut pada bagian bawah yang diberikan penyinaran – Karena penyinaran bergantung pada posisi dari sel kanker.
  • Fibrosis atau penggantian jaringan normal menggunakan jaringan parut, mengarah pada gerakan terbatas di daerah yang terkena.

Nah, itulah informasi tentang metode terapi lainnya untuk pengobatan kanker darah. Semoga informasi ini berguna.