Metode mengobati Kanker serviks

Jenis kanker paling sering terjadi yang menyerang kaum wanita, yakni kanker serviks. Kanker serviks ini dapat tumbuh juga berkembang pada leher rahim v*gin* seorang wanita. Faktor penyebab kanker serviks yakni virus HPV, virus ini dapat ditularkan dari melakukan kontak sek*ual.

Metode mengobati Kanker serviks

Kanker serviks dapat terjadi pada wanita dari berbagai rentang usia. Umumnya kanker serviks terjadi di wanita dengan rentang usia antara 30 hingga 45 tahun. Skrinning serviks atau smear test adalah sebuah metode dalam mendeteksi sel yang tidak normal yang terdapat di leher rahim. Cara memakai smear test dengan fungsi mendeteksi juga membunuh sel serviks abnormal untuk mencegah seseorang terserang kanker serviks. Berikut ini merupakan beberapa cara untuk mengobati penyakit kanker serviks.

Cara-cara mengobati penyakit kanker serviks

  1. Spekulum (Tes skrining serviks)

Tes spekulum yakni berupa alat dengan spekulum lembut. Skrining test dimasukkan pada bagian dalam v*gina, menahannya supaya dinding v*gina tetap terbuka, karena itu serviks dapat terlihat. Sampel dari sel serviks selanjutnya akan dites di laboratorium memakai mikroskop, untuk menentukan apakah terdapat sel yang tidak normal yang memungkinkan menjadi penyebab penyakit kanker serviks.

  1. Program skrining serviks

Program ini memiliki tujuan mengurangi jumlah perkembangan dari kanker serviks yang menyerang wanita. Banyak wanita pada berbagai usia akan diberikan penjelasan serta informasi pengenalan terkait bahaya dari penyakit kanker serviks ini. Juga informasi mengenai bagaimana penyakit kanker serviks itu dapat terjadi.

Sehingga para wanita dapat lebih mengerti tentang bagaimana penyakit kanker serviks itu bisa terjadi.

  1. Kolposkopi

Tes ini dirujuk untuk wanita yang sudah menunjukkan terdapat virus HPV penyebab sel abnormal pada tubuh mereka. Metode kolposkopi ini benar-benar nyaman untuk digunakan dibandingkan tes spekulum, serta tak menyebabkan efek samping untuk wanita yang sedang dalam kondisi hamil.

Apabila di area vag*na ada sel abnormal yang terdeteksi di leher rahim, maka tes biopsi pun akan dijalankan.

  1. Biopsi

Ini adalah satu-satunya metode sesudah menjalankan tes kolposkopi. Bertujuan mengetahui jika area yang adalah sel abnormal itu adalah kondisi pra-kanker ataukah telah menjadi sel kanker. Biopsi sendiri mempunyai efek samping, contohnya kram, ketidaknyamanan, serta rasa sakit untuk sebagian wanita.

Berikut macam pengobatan biopsi untuk kanker serviks:

  • Biopsi kerucut

Yakni jaringan yang ada pada leher rahim v*gina. Di mana dibentuk di daerah luar serviks. Biopsi kerucut adalah pengobatan dengan tujuan menghilangkan pra-kanker. Adapun metode biopsi kerucut itu terdiri atas 2 metode, yakni biopsi kerucut pisau dingin dan lingkaran electrosurgical.

  • Scraping endoserviks (Kuret endoserviks)

Kuret memiliki arti mengorek, membersihkan endoserviks memakai alat dengan sebutan kuret di endoserviks (Yakni bagian terdekat dengan rahim). Memiliki fungsi mengikis di bagian dalam dari kanker serviks, kemudian akan dikirimkan menuju laboratorium untuk segera diperiksa, kuret dapat mengakibatkan kram maupun pendarahan yang bersifat ringan.

  • Biopsi kolposkopi

Untuk biopsi jenis ketiga ini, awalnya bagian leher rahim akan diperiksa memakai kolposkopi dengan tujuan menemukan sel yang abnormal pada bagian dalam leher rahim. Tang biopsi dengan ukuran kecil, kurang lebih 1/8 inchi akan digunakan sebagai alat bantu.

Kegunaan tang tersebut untuk menghilangkan sel yang tidak normal di permukaan leher rahim. Proses biopsi ini bisa menyebabkan sedikit pendarahan sesudah melakukan proses tes, juga kram ringan, dan rasa nyeri.