Part II efek Kemoterapi terkait kanker kelenjar getah bening

Setelah sebelumnya Anda mengerti pembahasan detail mengenai kanker kelenjar getah bening, juga metode perawatan kemoterapi. Metode perawatan yang sudah digunakan sejak lama. Sekarang mari membahas lebih detail mengenai efek dari kemoterapi tersebut pada tubuh atau kesehatan pasien, karena memang kemoterapi ini memiliki efek samping negatif.

Part II efek Kemoterapi terkait kanker kelenjar getah bening

Racun dari kemoterapi

Seperti yang diketahui jika metode kemoterapi bertujuan membunuh sel kanker dengan menggunakan racun khusus. Namun tentunya racun tersebut dapat membunuh sel yang bukan sel kanker juga. Dengan kata lain, sel tubuh yang sehat dan masih dibutuhkan pun akan ikut menjadi korban dari menjalankan metode kemoterapi tersebut.

Karena alasan tersebutlah, maka seseorang yang sedang menjalani proses kemoterapi, akan mengalami beberapa komplikasi. Kurang lebih seperti ini gambarannya, tubuh dimasuki racun yang cukup kuat dan kebal, racun juga dapat merusak tubuh, contohnya ginjal, hati, jantung, paru-paru, serta yang lainnya. Apabila memang racun tersebut, yang dimasukkan terlalu berlebihan maupun terlalu kuat, maka sistem imunitas tubuh akan ikut terganggu.

Berikut beberapa daftar dari efek samping menjalankan kemoterapi penyembuhan kanker kelenjar getah bening

Nafsu makan turun, muntah, dan mual

Metode kemoterapi berkaitan erat ke kondisi tubuh konstipasi dan dehidrasi. Karena itu, Anda bisa mengalami muntah dan mual. Karena obat kemoterapi itu dapat memicu muntah.

Disarankan pasien yang sedang menjalani proses kemoterapi itu diberi makan dengan jumlah sedikit tetapi terus berlanjut. Pasien juga akan menjadi benar-benar sensitif terhadap makanan dengan aroma tajam, berlemak, berminyak, asam, terlalu manis, pedas, serta makanan panas.

Untuk mengakali hal tersebut, sesungguhnya cukup mudah. Anda bisa membuatkan jahe hangat, ataupun teh dengan aroma mint. Sesungguhnya penurunan nafsu makan juga dapat terjadi di gejala penyakit kanker yang lain, jadi bukan hanya efek kemoterapi saja.

Rambut rontok

Efek samping berikutnya yang cukup terasa adalah kerontokan pada rambut. Mungkin Anda sering melihat iklan publik tentang kanker, rata-rata pasien mengalami kerontokan rambut hingga botak. Itu merupakan efek negatif dari kemoterapi.

Mengapa bisa terjadi kerontokan rambut? Karena sel folikel rambut yang dengan mudah membelah secara cepat, sama seperti sel kanker mendapatkan radiasi dari kemoterapi. Tak bisa membedakan sel mana yang merupakan sel sehat atau kanker, proses kemoterapi pun akan membunuh keduanya.

Untuk menumbuhkan rambut kembali, tak ada cara lainnya. Biasanya pasien hanya dapat menggunakan wig untuk mengakali hal tersebut. Operasi kanker otak juga dapat menyebabkan kerontokan pada rambut.

Kulit kering, mengelupas, dan bersisik

Efek samping ketiga yakni kulit menjadi kering, mengelupas, dan bersisik. Tak hanya itu, bahkan kulit juga akan menjadi terasa gatal-gatal. Selain itu, menjadi lebih sensitif pada paparan sinar matahari, karena itu bagi pasien kemoterapi, sebaiknya menghindari berada langsung di bawah sinar matahari, hindari juga tempat kotor dan berdebu.

Muncul alergi

Bentuk respon tubuh yang lain yang juga termasuk ke dalam efek kemoterapi yakni munculnya gejala alergi. Tubuh pasien pun akan berubah menjadi lebih hipersensitif. Kondisi tersebut ditandai dengan ruam pada kulit, rasa gatal, susah bernafas, pembengkakan di lidah, kelopak mata, hingga bibir. Anda sebaiknya menghubungi dokter jika mengalami alergi setelah melakukan proses kemoterapi.

Kurang darah

Yang berikutnya pasien dapat mengalami kurang darah, karena kemoterapi bisa menurunkan produksi dari sel darah merah (Eritrosit). Kondisi ini dapat mempengaruhi system tubuh yang lain, karena konsumsi oksigen dalam tubuh bagi beberapa organ akan ikut berkurang.