Pengobatan kanker darah Sistem medis

Sistem pengobatan penyakit kanker darah itu sesungguhnya bergantung kepada beberapa macam faktor. Faktor tersebut antara lain stadium, jenis, kondisi kesehatan, dan usia pasien. Type pengobatan penyakit kanker darah dengan cara medis dapat dilakukan seorang dokter, tetapi sebelumnya mempertimbangkan gejala kanker darah yang memang telah dialami pasien.

Pengobatan kanker darah Sistem medis

Dengan begitu, dokter akan bisa menentukan penyakit kanker darah yang diderita sudah masuk ke stadium berapa. Mengerti mengenai tanda-tanda atau gejala kanker darah itu benar-benar vital. Sebab pengobatan akan disesuaikan ke stadium dari penyakit yang sudah diderita oleh pasien tersebut.

Pengobatan kanker darah

Berikut beberapa cara medis untuk pengobatan kanker darah, tentu berdasarkan stadium kanker pasien juga. Mari baca selengkapnya.

Metode kemoterapi

Pengobatan kemoterapi akan membunuh sel kanker memakai obat anti kanker, namun dengan dosis cukup tinggi. Biasanya kemoterapi hanya digunakan jika kanker yang diderita sudah memasuki stadium akut atau stadium lanjut. Melakukan kemoterapi maka diharapkan bisa memperlambat kemajuan dari penyebaran kanker, sehingga pasien akan memiliki harapan sembuh, atau paling tidak umur yang lebih lama.

Cara kerja metode kemoterapi

Untuk cara kerja, yakni mengganggu perkembangan dari sel kanker yang sudah menginfeksi tubuh. Di mana obat akan diberikan melalui aliran darah. Obat tersebut akan menyerang semua sel kanker yang terdapat di dalam tubuh pasien, tetapi terkadang bisa juga diberikan langsung pada tempat dari sel kanker berkembang, jadi ada beberapa cara juga.

Ada peneliti sebelumnya yang menemukan jika obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit kanker bisa menghancurkan kanker melalui memblokir pertumbuhan dari pembuluh darah. Metode kemoterapi yang dijalankan pasca operasi bisa mengurangi resiko persentase kematian karena kanker pankreas. Penelitian tersebut dilakukan oleh Johns Hopkins, sebuah universitas sekolah medis.

Tetapi memang seringkali masalah usia akan ikut menentukan jika metode kemoterapi wajib dilakukan untuk pasien kanker tertentu, terkadang juga tidak wajib, karena pertimbangan tertentu. Metode kemoterapi ini dapat dilakukan untuk jangka waktu 1 hari, namun bisa juga berlangsung untuk beberapa minggu. Semua itu juga bergantung ke tahapan dan jenis penyakit kanker.

Prosedur metode kemoterapi

Tes darah wajib dilakukan sebelum melakukan kemoterapi, di mana tes darah sangat penting, dalam mengetahui jumlah darah dari pasien. Sebab memang pengobatan jenis kemoterapi ini dapat mengurangi baik itu jumlah sel darah putih dan sel darah merah, dan trombosit. Apabila tes darah menunjukkan jika jumlah darah pasien rendah, dokter pun akan memutuskan menunda melakukan kemoterapi.

Hingga sekarang masih belum ada cara dalam memprediksi persentase keberhasilan dari metode kemoterapi. Berdasarkan pada beberapa pengalaman sebelumnya, efek samping atau efek negatif dari kemoterapi cukup banyak. Berikut detailnya.

  • Efek samping metode kemoterapi
  • Muntah dan mual
  • Tuli atau tunarungu
  • Tubuh rentan pada infeksi
  • Rambut rontok
  • Efek pada kuku dan kulit
  • Depresi
  • Masalah kesuburan, masalah libido
  • Diare (Sembelit)
  • Nafsu makan hilang
  • Pasien sering mengalami gejala seperti terbakar pada mulut
  • Kelelahan
  • Jumlah trombosit turun dan masalah pembekuan darah
  • Peradangan pada selaput lendir

Itulah beberapa efek samping dari kemoterapi. Namun mungkin yang sudah seringkali diketahui oleh orang-orang adalah mengenai lemas dan rambut rontok. Karena itu, Anda dapat melihat jika pasien kanker stadium lanjut rata-rata rambutnya tipis rontok. Itu karena mereka menjalani kemoterapi.